Sistem Pemerintahan Indonesia yang Kacau

Sistem Pemerintahan Indonesia yang Kacau
Oleh :
Kharisma Ratuprima Semadaria
(Mahasiswi Universitas sebelas Maret/UNS Surakarta angkatan 2008)

Pada awalnya ketika saya membicarakan kepada kakak, saya akan menulis blog ini, kakak saya berpandapat begini “idih, g malu, hampir 20 tahun makan duit pemerintah”, karena notabene papa saya bekerja sebagai Pegawai Pemerintahan. Dari perkataan kakak saya tersebut niat saya untuk menulis blog ini menjadi kendur kembali. Tetapi kemudian saya bicarakan lagi dengan papa saya sore harinya, beliau berpendapat bahwa tidak apa-apa asalkan tulisan ini bersifat kritikan membangun, baik kepada pemerintah maupun pelaku pemerintahan, saya menjadi mantab kembali untuk menulis artikel ini. Bahkan beliau memberikan sumbangsih pemikiran untuk mensupport artikel saya ini.
Kali ini saya akan menulis mengenai kacaunya sistem Pemerintahan di Indonesia. Ketika di tinjau dari Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Indonesia yang dipimpin oleh Presiden dan Negaranya berbentuk Republik, maka Indonesia menganut sistem Pemerintahan Presidensial. Tetapi pada penerapannya terjadi banyak salah kaprah, karena mengarah pada sistem Pemerintahan Parlementer. Bahkan ketika kita Kembali pada Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pembukaan yang berbunyi “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dalam permusyawaratan perwakilan” itu berarti Indonesia sesuai dengan sistem perwakilan (parlementer). Dengan begitu dapat dinilai bahwa terjadi tumpang tindih peraturan perundang-undangan di Indonesia. Karena produk Hukum yang dihasilkan hanya bersifat jangka pendek dan hanya menguntungkan oknum yang bersangkutan.
Berikut saya cantumkan ciri-ciri sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial

Ciri-ciri pemerintahan presidensiil yaitu:
• Dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara.
• Kekuasaan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat.
• Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen.
• Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan eksekutif bukan kepada kekuasaan legislatif.
• Kekuasaan eksekutif tidak bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
• Kekuasaan eksekutif tidak dapat dijatuhkan oleh legislatif.

Ciri-ciri pemerintahan parlementer yaitu:
• Dikepalai oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala negara dikepalai oleh presiden/raja.
• Kekuasaan eksekutif presiden ditunjuk oleh legislatif sedangkan raja diseleksi berdasarkan undang-unadang.
• Perdana menteri memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen.
• Menteri-menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
• Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
• Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislatif.

Keanehan-keanehan yang terjadi akibat kacaunya sistem Pemerintahan di Indonesia anatara lain adalah :
1. Pemilu di Indonesia diawali oleh Pemilihan anggota legislatif, baru Pemilu Prseiden dan Wakil Presiden (lazim dilakukan Negara yang menganut sistem Pemerintahan Parlementer),
2. Yang melakukan kampanye adalah para calon Presiden dan Pimpinan Partai (lazim dilakukan Negara yang menganut sistem Pemerintahan Parlementer),
3. Sistem Multipartai, yang mengakibatkan munculnya partai koalisi dan oposisi, padahal oposisi hanya dikenal pada system Pemerintahan Parlementer,
4. Sistem multipartai di Indonesia yang mengakibatkan tidak mungkin mendapatkan suara 25% untuk mendapatkan kursi di DPR,
5. Terjadi pembohongan publik secara masal yang dilakukan oleh para calon legislatif, karena para calon legislatif tersebut melakukan janji-janji kepada konstituennya.

Anehnya saya pribadi tidak melihat ada seorangpun yang menjabat di kursi Pemerintahan mempersoalakan ketidakjelasan sistem yang terjadi di Indonesia, sangat memprihatinkan ketika para pesohor negeri tidak dapat memahami persoalan ini. Karena pangkal dari banyaknya permasalahan yang muncul di Indonesia adalah sistem yang kacau ini. Ketika sistem yang dianut diperbaiki maka segala permasalahan yang mengikuti dibalikkacaunya sistem pemerintahan akan dapat diselesaikan satu persatu.

Maka usulan yang saya berikan adalah mengambil sisi positif dari Manajemen amukti palapa Patih gajah Mada (Mahapatih Kerajaan Majapahit) yang mempersatukan Nusantara samapai ke Suriname dan Madgaskar, yang ciri khas nya adalah tidak mau makan buah Palapa sebelum sukses menyatukan Nusantara, yang dapat diartikan tidak mau merusak ataupun melumpuhkan kaderisasi, karena kaderisasi dan regenerasi alami adalah penting namun pelestari-pelestarinya kemudian tidak mampu untuk mengaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Bahkan kehebatannya diabadikan menjadi monumental hidup berupa perguruan tinggi tersohor di asia Tenggara bahkan Dunia dengan nama besar Universitas gajah Mada.

Berikut saya kutip isi Sumpah Palapa yang sudah di terjemahkan dalam bahasa Indonesia
Beliau Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.

“Manajemen Amukti Palapa tersebut bermakna persatauan kesatuan yang kokoh di tingkat basis, dan dilengkapai dengan manajemen lontong dan lemper, begitu rapatnya tali silaturahim yang penuh kasih sayang sepanjang masa dan sepanjang hayat.”

Sumber informasi :
1. Drs. WAKODRI, MRS, M.Si (orangtua penulis)
2. Nunik Nurhayati (mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret/UNS Surakarta angkatan 2005, sekarang sedang dalam proses skripsi)
3. Ali Syarief

Published in: on Februari 9, 2010 at 13:09  Comments (12)  

The URI to TrackBack this entry is: https://thatsmekrs.wordpress.com/2010/02/09/sistem-pemerintahan-indonesia-yang-kacau/trackback/

RSS feed for comments on this post.

12 KomentarTinggalkan komentar

  1. emg indonesia kaya gtu,,istilahnya sistem pemerintahan indonesia itu banci,stengah stengah,,

    • itu diaa, apa yang teman teman comment dibawah juga bilang begitu.
      maka apa yang bisa kita lakukan sebagai generasi muda selain mencaci pemerintah ??

  2. sebenarnya tidak hanya itu keanehan di Indonesia. pada dasarnya Indonesia mengambil “titik tengah” dari dua teori yang bertolak belakang…Indonesia bukan negara sosialis maupun negara liberalis, tapi mengambil titik tengah. teorinya sih katanya mengambil yang baik baik dan membuang yang buruk buruk. tp pada prakteknya politik kotor bermain di tengah- tengah itu.

    1. posisi DPRD masih membingungkan. apakah itu legislatif atau eksekutif. setahu saya legislatif dalam presidensiil itu hanya dipusat saja. selaen itu DPRD bertanggung jawab kepada presiden, sehingga wewenang menjadi 2 yaitu legislatif sebagai pembuat perda dan eksekutif karena bertanggungjawab kepada presiden
    2. posisi oposisi dan koalisi ga jelas. kebanyakan koalisi yang terjadi karena partai2 lebih memilih keuntungan daripada oposisi. partai koalisi biasanya dijanjikan wakilnya untuk menduduki kursi menteri. nah akibatnya ga bisa check and balance dan seperti yang dijelaskan mbak ratu bahwa presidensiil tidak mengenal oposisi koalisi.parlemen memiliki kekuasaan yang sebenarnya domain dari presiden selaku eksekutif

    kalau dipikir2 keanehannya tidak hanya di bagian sistem kepemerintahannya kok.. katanya negara kita menganut trias politica tidak berlaku. legislatif eksekutif yudikatif ditambah lembaga independent atau state auxiliary institution . katanya negara kita negara kesatuan tp ada legislatif di tiap daerah dan otonomi daerah yang harusnya dimiliki negara federal

    “niatnya sih ngambil tengah-tengah buat diambil baeknya trus dibuang jeleknya namun apa daya ternyata politik bermain di belakang.”

    *maap sob aku sudah agak lupa pelajaran HTN apalagi liburan gini…hehehe…lupa semua…klo salah aku dibenerin ya…hahaha…uda bener2 lupa…”

    • wahh gun, argumenmu menguatkan tulisanku, dan argumenmu semakin dikuatkan sama mbakk nunik.
      jangan pernah bosan berbagi pengtahuan
      oke ??
      hhe

  3. pemikiran yang kritis. 🙂

    • trimakasii :))
      tapi sadar atau tidak, nama anda sering sekali ikut eksis di tulisan saya
      hha

  4. waa…sebelumnya, aku jadi sumber informasi? apa iya dek? kita uda discuss ttg ini? kalo menurut qu nih.. Indonesia itu emang unik *kacau*. ga cuma sistem pemerintahannya aja.
    >>dari sistem ekonomi, Indonesia gak liberal dan gak sosialis juga. dan katanya, ekonomi pancasila atau ekonomi kerakyatan yang substansinya ambil yang baik2 dari kedua sistem ekonomi itu.
    >>dari sistem pemerintahan, indonesia gak presdinsil, dan gak parlementer juga. beberapa teori bilan kalo pemerintahan Indonesia itu Quasi presidensil. atau quasi parlementer..ya intinya campuran.
    >>dari sistem pemilu, Indonesia gak mutlak distrik, dan ga mutlak proporsionla juga.. makanya sistem pemilu Indonesia distrik proporsional..
    >>trus..ada 2 lagi tapi lupa…
    >>intinya, teori tengah2… (bisa jadi sistem baru di dunia, nyaingin sistem liberal sama sistem sosial) he.he..ngimpi tingkat tinggi *_*
    makanya dulu sempet mencetuskan juga yang namanya “ambivert Indonesia” belum nemuin teori ini si.. makanya mau menciptakan teori ini.. tapi bukan profesor.. hehe..

    btw, jadi pengen blogging lagi nih ngeliat ratu semanagt negblok. ada si blog, tapi lupa paswordnya jadi ga bisa sign in…padahal abis pindahan blog…
    http://thecolourfulmemories.blogspot.com/
    boleh mampir..
    dan kayanya jadi pengen bikin blog baru..

    • yahhh .mbak nunik lupaa .hhe .dulu khan waktu mau lomba debat di kampus ratu semept minta tambah pengetahuan dari mbak nunik..yaah walopun via phone .hhe .tapi sampe sekarang masih kepake loh mbaa.bener kata orang, harta yang paling berharga itu ilmu. jadi gag kan pernah mati. :))

      asiik, dapet teori baru yang bisa di utak atik, hehe.kebetulan papa lulusan ekonomi manjemen. bolehkah saya utak atik teori diatas ??ijin dulu nii ceritanya sama pencetus .
      hhe

      ayoo, semangat menulis !! ilmu tak kan pernah mati, daripada di pendem sendiri mbaa, pasti berguna bagi orang lain dehh. tu nyatanya mbak nunik baru ngulik sedikit ajaa udah berguna banget buat ratu .
      hehe

      keep spirit ^^

  5. Mas, terima kasih atas tulisan Anda. dan kapan-kapan tolong di tulis tentang ESTAFET POLITIK DALAM PILKADA DI INDONESIA

    • ini mbaa bukan mas .hehehe ,insyaAllah .

  6. semoga tulisan ini dapat membangun semangat untuk menuju indonesia baru
    hehe

    =)

  7. tolong referensinya..
    apa yang menjadi faktor yang mempengaruhi sistem pemerintahan kita di indonesia pascaamandemen UUD 1945


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: